Friday , September 25 2020
Home / My Blog / Rohani / 3 Hari Menanti kematian

3 Hari Menanti kematian

3 Hari Menanti kematian

tentunya sangat mengerikan Walaupun saya belum pernah mati,penulis mencoba memahami pikiran Yesus pada saat itu,Bagaimana rasa takutnya diri Yesus menghadapi 3 hari sebelum kematian yang sangat mengerikan,di siksa,dipaku tergantung di kayu salib belum lagi hinaan cercaan yang merusak mental yesus sebagai  Manusia.

3 Hari Menanti kematian
3 Hari Menanti kematian

Mat 26:14-25

Anak Manusia memang akan pergi
sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!

 

Sekali peristiwa
pergilah seorang dari kedua belas murid itu,
yang bernama Yudas Iskariot,

kepada imam-imam kepala.
Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku,
supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”

Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik
untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi
datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,
“Di mana Engkau kehendaki

kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada si Anu,
dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru:
Waktu-Ku hampir tiba;

di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah
bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
Lalu murid-murid melakukan

seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka,
dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam,
Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata,

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
Dan dengan hati yang sangat sedih
berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,

“Bukan aku, ya Tuhan?”
Yesus menjawab,
“Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini,
dialah yang akan menyerahkan Aku.

Anak Manusia memang akan pergi
sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang

yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!
Adalah lebih baik bagi orang itu
sekiranya ia tidak dilahirkan.”

Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,
“Bukan aku, ya Rabi?”
Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”

bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus kristus

Peristiwa 3 hari menuju kematian tentunya sanagt mengerikan,jeritan Hati yesus adalah justru orang terdekat yang mengkianatinya( Yudas iskariot)di didik,dibesarkan,makan bersama,mengapa yesus membiarkan terjadi?Yudas akan mengkianatinya?Bilamana  yesus mencegah nya tentu tak akan terjadi penebusan Dosa umat manusia.

Adam jatuh dalam dosa direbut setan,Cara pemulihannya adalah merebut anak manusia dari cengkraman setan untuk kembali ketangan Allah,yakni melalui pengorbanan Darah yesus seperti biji gandum yang terjatuh dalam tanah,mati,tumbuh  berbuah banyak untuk memberi makanan banyak orang.

Kisah Injil hari ini sungguh sangat menyedihkan. Selagi makan bersama dengan para murid-Nya, Yesus mengumumkan, bahwa seorang diantara muridnya akan menyerahkan Dia ke tangan para imam kepala dan dibunuh.

Itu berarti hari kematiannya sebentar lagi akan tiba. Kita bisa bayangkan perasaan dan pikiran Yesus pada saat itu. Kita bisa bayangkan bagaimana Ia akan diperlakukan. Ia akan tinggalkan orang yang dikasihi-Nya. Kasihan bahwa orang yang sehari-harian ada dan makan bersama Yesus, kini berbalik mengkianati Dia.

Sungguh satu pukulan yang sangat menyakitkan. Ada orang yang bertanya: “Mengapa Yesus tidak bisa memanfaatkan kuasa keallahan-Nya untuk merubah sikap Yudas?” Pertanyaan ini sesungguhnya sudah dijawab oleh St. Paulus sewaktu ia menulis suratnya kepada Jemaat di Filipi.

Kata Paulus: “Walaupun dalam rupa Allah, Kristus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”

Itu berarti Yesus tidak pernah mau menyalahgunakan statusnya sebagai Tuhan. Dia selalu sadar bahwa Dia diutus oleh Bapa-Nya ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia. Kehendak Bapa harus selalu diprioritaskan-Nya. Selain itu, Tuhan sudah memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih, entah memilih Tuhan atau memilih setan.

Yesus sangat sedih karena Yudas Iskariot yang sudah lama menjadi murid-Nya dan selalu ada bersama Dia, hatinya tetap saja tegar dan begitu berani menjual Tuhannya sendiri. Yesus sangat sedih karena Yudas, mantan murid-Nya akan hilang untuk selamanya.

Yudas Iskariot tidak berbalik kembali kepada Yesus. Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dengan Yudas, karena sesungguhnya keputusan untuk memilih ada pada tangan Yudas. Yudas Iskariot menolak Tuhan, tetapi menerima setan. Yudas hilang untuk selamanya karena ketegaran hatinya.

Sungguh satu peringatan bagi kita bahwa barangsiapa yang tegar hatinya dan memutuskan untuk memilih setan, maka ia akan hidup bersama setan untuk selamanya, tetapi barangsiapa yang jatuh dan kembali sadar akan dosanya dan berbalik kepada Tuhan dan percaya kepada Tuhan maka ia akan selamat dan hidup bersama Tuhan untuk selamanya.

Marilah saudara-saudari … Berdoalah selalu semoga Tuhan selalu merajai hati dan pikiran kita agar kita selalu setia mengikuti Dia sehingga di mana Tuhan berada, kita pun ada bersama Dia.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!