Home / Uncategorized / Berhenti Mencari Kesalahan Orang lain

Berhenti Mencari Kesalahan Orang lain

Berhenti Mencari Kesalahan Orang lain

Seringkah kita mencari kesalahan orang lain,untuk menutupi kekurangan kita?manusiawi sekali sifat ini,hari ini kita mendengar kisah orang sakit yang putus asa untuk bisa nyemlung ke kolam betesda,dan saking kesalnya orang sakit itu karena tak ada orang yang menolongnya.

Tuhan yesus menegur kita dengan caranya yang lembut dan tidak kasar, maukah engkau sembuh? Yesus hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak. Tetapi yang dijawabnya adalah Tuhan tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu.

Berhenti Mencari Kesalahan Orang lain
Berhenti Mencari Kesalahan Orang lain

Yoh 5:1-16

Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Di Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam,
yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; serambinya ada lima
di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit ada disitu

yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di sana,
dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu,
berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”

Jawab orang sakit itu kepada-Nya,
“Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu,
apabila airnya mulai goncang;
dan sementara aku sendiri menuju kolam itu,
orang lain sudah turun mendahului aku.”

Kata Yesus kepadanya,
“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu,
lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Tetapi hari itu hari Sabat.
Karena itu orang-orang Yahudi berkata
kepada orang yang baru sembuh itu,

“Hari ini hari Sabat,
dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”
Akan tetapi ia menjawab mereka,

“Orang yang telah menyembuhkan aku,
dia yang mengatakan kepadaku:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Mereka bertanya kepadanya,
“Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
Tetapi orang yang baru sembuh itu
tidak tahu siapa orang itu,

sebab Yesus telah menghilang
ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
Kemudian ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah,
Yesus berkata kepadanya,

“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi,
supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi,

bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus,
karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Berhenti Mencari Kesalahan Orang lain

Bapak Ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus

Kalau kita amati air, dia selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Di mana saja air itu mengalir, dia selalu memberi kesegaran dan kehidupan bagi tumbuhan yang ada di sana.

Hari ini Nabi Yehezkiel, dalam bacaan pertama 47:1-9.12, melihat dalam mimpinya bahwa air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup. Air yang keluar dari Bait Suci itu sesungguhnya kasih Allah yang mengalir lewat manusia yang siap menerimanya dengan tulus hati.

Barangsiapa yang dengan tulus hati menyambut Tuhan maka ia akan memperoleh kehidupan. Tuhan mengharapkan agar kasih dan kehidupan yang kita terima dari pada-Nya dialirkan juga kepada yang lain agar mereka pun memperoleh kesegaran dan hidup.

Dalam Injil Yesus juga meneguhkan bahwa Dialah air hidup yang menyembuhkan. Si lumpuh tidak perlu berupaya menyentuh air dari kolam Betesda. Sentuhan dan Sabda Yesus sudah menyembuhkan dia dari kelumpuhannya. Seperti Yesus, kita pun tidak perlu menunggu orang datang meminta pertolongan kita, tetapi kita harus peka terhadap kebutuhan sesama.

Kita harus mendatangi orang yang membutuhkan pertolongan.
Kalau kita amati sifat dari orang Lumpuh dalam ceritera, dia punya kecendrungan untuk mempersalahkan orang lain. Sewaktu Yesus tanya: maukah engkau sembuh? Yesus hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak. Tetapi yang dijawabnya adalah Tuhan tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu.

Kemudian sewaktu orang berkata: hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu. Akan tetapi ia menjawab: orang yang menyembuhkan aku, dialah yang mengatakan kepadaku: angkatlah tilammu dan berjalanlah. Lalu mereka bertanya: siapakah orang itu?

Tetapi orang itu tidak tahu karena Yesus sudah pergi. Kecendrungan  melemparkan kesalahan kepada orang lain adalah satu sifat yang tidak benar di mata Tuhan dan sesama. Karena itu Yesus menegurnya. Yesus berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh, jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk!”

marilah kita punya sikap Berhenti Mencari Kesalahan Orang lain,katakan jujur apa adanya..itu yang dikehendaki Tuhan yesus

Saudara-saudari .. Injil mau mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan dan keselamatan kita; Jawablah pertanyaan dengan tulus tapi jangan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Jadilah air kehidupan dan keselamatan bagi sesama yang sangat membutuhkan, sebagaimana yang sudah ditunjukkan Tuhan, bahwa Ia turun dari ketinggian datang menemui kita di lembah kegelapan. Ia datang membawa terang dan kehidupan baru.

Bersama Bunda Maria, kita berdoa semoga kita pun bisa menjadi air kehidupan bagi sesama yang sangat membutuhkan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Terapi Ejakulasi di Meruya selatan Hub Wa 08159270283

Terapi Ejakulasi di Meruya selatan Sudah muncul Terapi  ejakulasi di meruya selatan sebagai  alternative penyakit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!