Wednesday , September 30 2020
Home / My Blog / Rohani / Cara Memeriksa fokus kita Harta Surgawi Apa Harta Dunia

Cara Memeriksa fokus kita Harta Surgawi Apa Harta Dunia

Cara Memeriksa fokus kita Harta Surgawi Apa Harta Dunia

Salahkah Kita mempunyai harta?salahkah kita punya mobil,rumah,emas,uang bayak?Ajaran Yesus kali ini adalah mengingatkan Fokus hati kita Tidak tidak akan kebutuhan dunia,uji diri kita kalo bangun tidur ah uang saya menipis,ah makan apa ya hari ini,dsb..artinya fokus atau berhala kita adalah Harta Dunia.Berhala sekarang bukan patung patung dll,melainkan gadget,Uang,Pestapora dll dimana perhatian kita hanya tertuju kesitu.

Cara Memeriksa fokus kita Harta Surgawi Apa Harta Dunia
Cara Memeriksa fokus kita Harta Surgawi Apa Harta Dunia

Mat 6:19-23

*Di mana hartamu berada,
di situ pula hatimu.*

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus,
“Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi;
ngengat dan karat akan merusakkannya,

dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga.
Di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya,

dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh.
Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.
Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.

Jadi jika terang yang ada padamu gelap,
betapa gelapnya kegelapan itu.”

Saudara-saudari bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus kristus.

Mengapa Tuhan yesus selalu mengingatkan kita akan selalu Fokus hati tertuju kepada Sang Pemberi,bukan dari dunia?darimanakah semua ini sehingga kita bisa memiliki rumah,uang,mobil dsb kalo bukan atas ijinnya,bila sudah memilikinya beranikah kita mendermakan sebagian apa yg diperoleh berkat untuk kita?kepada sesama…saudaraku hidup ini singkat,bagaimana kita akan diberi kalo kita sulit juga membagi kepada sesama.

Hari ini, Yesus memulai ajaran-Nya dengan satu pernyataan: “Di mana harta-mu berada di situ juga hati-mu!” Menurut Yesus ada dua macam harta, yaitu harta duniawi dan harta surgawi. Sadar akan kedua macam harta ini, maka pertanyaan untuk kita sekarang adalah:

harta apakah yang selalu kita simpan dengan baik dalam hati kita: harta duniawi atau harta surgawi? Menurut Yesus, harta duniawi sifatnya sangat sementara dan akan cepat hancur, sebaliknya harta surgawi sifatnya kekal dan tidak akan dimakan ngengat dan karat tidak merusakkannya.

pencuri pun tidak akan membongkar serta mencurinya. Harta surgawi akan mendatangkan kebahagiaan untuk selamanya. Mungkin ada yang bertanya: Bagaimana bentuk harta duniawi dan surgawi itu? Harta duniawi bisa dilihat, dipegang dan dirasakan, contohnya tanah, rumah kediaman, mobil, uang, emas, dan lain-lain.

Harta duniawi ini sifatnya sangat sementara. Mobil akan rusak, tanah akan rusak dilanda banjir, uang akan habis. Harta duniawi gampang dicuri, dimakan ngengat. Harta duniawi ini tidak akan dibawa saat tubuh jasmani kita mati tinggalkan dunia ini.

Harta duniawi sesungguhnya melekat pada dunia, karena memang asalnya dari dunia.
Harta surgawi sifatnya kekal. Ia tidak bisa dipegang, tidak bisa dicuri dan dirusaki. Harta surgawi sesungguhnya berasal dari surga.

harta yang dimiliki oleh mereka yang berada dalam surga. Mereka yang menetap dalam surga memiliki sifat-sifat seperti: sukacita, kebaikan, kejujuran, kerendahan hati, iman akan Allah, murah-hati, damai dan kasih. Barangsiapa yang sudah memiliki harta surgawi seperti ini selama hidupnya di dunia ini

maka di saat tubuhnya mati, jiwa/hatinya akan ke tempat di mana hartanya berada. Karena harta surgawi berasal dari surga maka hati atau jiwa mereka yang selalu melekat pada harta surgawi ini pun akan ke sana, yaitu ke surga.
Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita memiliki harta duniawi atau harta surgawi?

Apakah orang – orang kaya secara duniawi tidak memiliki harta surgawi? Atau sebaliknya orang yang secara jasmani itu miskin, apakah tidak memiliki harta surgawi? Test sederhana untuk bisa mengetahui apakah saya punya kencenderungan mengumpul harta duniawi atau surgawi adalah:

kalau setiap hari saya selalu berpikir tentang barang-barang duniawi, kerinduan memiliki uang banyak, kerinduan memiliki hp keluaran terakhir, kerinduan memiliki mobil baru atau selalu berpikir untuk mendapatkan sesuatu yang baru demi kepuasan emosional, kerinduan untuk berjalan keliling dunia.

Kalau semua kerinduan ini selalu memenuhi pikiran dan hatiku, atau hari-hari selalu berpikir tentang kekayaan duniawi, maka saya adalah orang yang senang mengumpulkan harta duniawi. Sementara orang yang suka mengumpulkan harta surgawi adalah mereka yang secara duniawi mungkin kaya.

tetapi selalu murah hati, membagi rezeki yang mereka peroleh kepada sesama, selalu peka akan kebutuhan sesama dan selalu melihat kekayaan yang mereka miliki sebagai berkat Tuhan. Mereka selalu tergerak untuk menolong dan jadikan harta yang mereka miliki sebagai sarana untuk kebahagiaan sesama yang miskin.

Atau mereka yang hari-hari selalu memikirkan orang lain, selalu tergerak untuk menolong orang lain, membagi apa yang mereka miliki demi kebahagiaan sesama. Orang seperti ini adalah orang yang senang menyimpan hartanya dalam surga.

Sifat-sifat yang dimilikinya tidak akan bisa dicuri, dimakan ngengat, sebaliknya akan bertahan sampai akhir zaman dan bisa menjadi jaminan keselamatan jiwanya.

Marilah saudara-saudari, kita bertanya diri: harta apakah yang kita simpan di dalam hati kita? Harta duniawi atau harta surgawi? Sebagai murid Kristus, kita semua selalu diharapkan untuk menyimpan harta surgawi dalam hati kita.

Harta surgawi yang sudah kita miliki dan simpan dalam hati kita, akan menjadi jaminan keselamatan jiwa kita. Tetapi kalau kita selalu berusaha untuk menyimpan harta duniawi dalam hati kita, itu berarti di saat kita mati nanti, jiwa kita tidak akan menemukan simpanan kita itu di dalam surga.

Karena Surga bukanlah tempat menyimpan harta duniawi. Dengan demikian jiwa kita tidak akan memiliki jaminan keselamatan.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu sadarkan kita agar kita selalu prioritaskan harta surgawi dan setiap hari menyimpan harta surgawi itu dalam surga, sehingga di saat kita dipanggil, jiwa kita akan menemukan harta kita di sana, dan harta kita itu sudah menjadi jaminan keselamatan bagi kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!