Thursday , October 1 2020
Home / My Blog / Rohani / Cara Mengambil Keputusan Diantara 2 Pilihan

Cara Mengambil Keputusan Diantara 2 Pilihan

Cara Mengambil Keputusan Diantara 2 pilihan

Bayangkan  seandainya kita salah mengambil keputusan dalam hidup,apa yang terjadi yang ada adalah penyesalan dan penyesalan.Keputusan atas dasar suara hati yang positip yang diilhami oleh Sabda Tuhan pasti selalu mengacu pada kebenaran

Cara Mengambil Keputusan Diantara 2 Pilihan
Cara Mengambil Keputusan Diantara 2 Pilihan

Yoh8:31-42

Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Sekali peristiwa
Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi
yang percaya kepada-Nya,

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,
kamu benar-benar adalah murid-Ku,
dan kamu akan mengetahui kebenaran,
dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Jawab mereka, “Kami adalah keturunan Abraham,
dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun.
Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

Kata Yesus kepada mereka, ‘Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa,
dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah;

yang tetap tinggal dalam rumah adalah anak.
Tetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu,
kamu pun benar-benar merdeka.

Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham,
tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku
karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan,
seperti halnya kamu melakukan
apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Jawab mereka kepada-Nya, “Bapa kami ialah Abraham.”
Kata Yesus kepada mereka,
“Sekiranya kamu anak-anak Abraham,

tentulah kamu mengerjakan pekerjaan
yang dikerjakan oleh Abraham.
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku;

Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu,
yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah!
Pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.”

Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah.
Bapa kami satu, yaitu Allah.”
Kata Yesus kepada mereka,

“Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku,
sebab Aku keluar dan datang dari Allah.
Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,
melainkan Dialah yang mengutus Aku.”

 

Bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus.

Saya yakin kita semua alami pergulatan bathin di saat kita berhadapan dengan apa yang sangat kita inginkan, tetapi dari sudut moral dan ajaran agama keinginan itu tidak diperbolehkan untuk diwujud-nyatakan. Pada waktu itu ada dua suara yang kita dengar, yang satu katakan: “Lakukan saja! Itu sangat menarik bagi-mu!”

Sementara suara yang satu dengan sangat halus dan lembut katakan: “Jangan lakukan hal itu, karena akibatnya akan sangat mengganggu dan mendatangkan mala-petaka bagimu. Tolong jangan lakukan hal itu!” Kita sepertinya diombang-ambingkan oleh keinginan yang berbenturan.

Betapa sering kedua suara itu mencari pembenaran agar keinginannya bisa diwujudkan. Kadang keinginan yang didukung oleh kemauan pribadi, yang sesungguhnya bertentangan dengan ajaran agama dan moral, mencari pembenaran dengan menggunakan akal budi, yang kita sebut rasionalisasi.

Sementara suara hati yang didukung oleh ajaran moral dan agama dengan halusnya berkata: “Jangan, itu tidak benar!” Barangsiapa yang masih percaya kepada Tuhan dan di saat ia diombang-ambingkan oleh kedua suara yang berbenturan itu, dan dengan sadar mengambil keputusan untuk mengikuti suara negatip,

maka sesudah kejatuhannya ia akan sangat merasa menyesal dan merasa sangat bersalah. Sebaliknya barangsiapa yang memutuskan untuk mengikuti suara hati yang positip, dia akan merasa sangat bahagia karena ia berhasil mengontrol dirinya, mengikuti inspirasi Sabda Tuhan dan tidak membiarkan dirinya terjebak oleh godaan suara hati negatip.

Pribadi seperti inilah yang kita sebut pribadi yang hidup dalam Firman Tuhan. Firman Tuhan sudah menjadi prisai hidupnya; Firman Tuhan sudah menjadi inspirasi dan pandu kehidupannya.

Hari ini, Yesus kembali mengingatkan kita, katanya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Apa maksud dari pernyataan Yesus Kristus ini?

Maksudnya adalah bahwa sebagai murid Kristus, kita diharapkan untuk selalu menghayati dan mengamalkan Sabda Tuhan; Sabda Tuhan harus selalu dijadikan sebagai inspirasi hidup kita dan sebagai petunjuk dalam setiap pengabilan keputusan kita.

Teknik Cara Mengambil Keputusan Diantara 2 Pilihan dengan cara meminta petunjuk bapa disurga apa yang harus diambil.Keputusan atas dasar suara hati yang positip yang diilhami oleh Sabda Tuhan pasti selalu mengacu pada kebenaran. Keputusan berdasarkan suara hati positip akan memerdekakan kita.

Mesakh dan Abednego, dalam bacaan pertama hari ini, ditawarkan oleh Raja Nebukadnesar, raja Babel, akan mendapat posisi yang bagus dalam kerajaannya kalau mereka memuja dewanya. Tetapi tawaran itu ditolak oleh ketiga pemuda ini karena mereka sangat mencintai satu-satunya Allah mereka, yaitu Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Walaupun mereka dicampakkan ke dalam tanur api yang bernyala, namun mereka tidak binasa. Tuhan sudah menyelamatkan mereka. Firman Tuhan adalah perisai hidup mereka. Mereka hidup dalam firman Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu hidup dalam firman Tuhan; apakah hidup kita selalu diinspirasi oleh Sabda Tuhan? Di saat kita digoda, suara hati yang mana yang selalu kita ikuti? Suara hati negatip atau positip?

Marilah saudara-saudari … Hiduplah selalu dalam firman Tuhan. Tetapi kalau kita sering jatuh, datanglah kepada Tuhan dan mintalah Dia untuk menguatkan kita di saat godaan datang kepada kita. Bersama Tuhan dan firman-Nya pasti kita selamat.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

 

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!