Monday , September 28 2020
Home / My Blog / Rohani / Dampak Negatif Kekuasaan

Dampak Negatif Kekuasaan

Dampak Negatif Kekuasaan

Sejak kelahirannya sang mesias di dunia,sudah membuat Iblis tak nyaman,cara kerja iblis adl lwt alam pikiran manusia,korelasinya sampai sekarang pun demikian,iblis tidak suka manusia Bahagia tenang dan damai,dia membuat kekacauan melalui pikran manusia,seperti peristiwa raja herodes yang ketakutan ada calon orang raja lahir di dunia efeknya adl dibunuhnya semua bayi lelaki.

"<yoastmark

Mat 2:13-18

Setelah orang-orang majusyang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu,

karena raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.”

Maka Yusuf pun bangunlah.
Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya,

lalu menyingkir ke Mesir,
dan tinggal di sana hingga Herodes mati.
Hal itu terjadi supaya genaplah
yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya,

“Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”
Ketika Herodes tahu,
bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu,
sangat marahlah ia.

Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya,
yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah,
sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya

dari orang-orang majus itu.
Dengan demikian genaplah firman
yang disampaikan oleh nabi Yeremia:

Terdengarlah suara di Rama,
tangis dan ratap yang amat memilukan;
Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur,
sebab mereka tidak ada lagi.

Bapak Ibu dan Saudara-saudari sekalian… Hari ini kita merayakan pesta Kanak-kanak Suci, yang dibunuh oleh Raja Herodes di Betlehem dan sekitarnya. Alasan utama yang mendorong Raja Herodes membunuh anak-anak di bawah umur dua tahun ini adalah karena ada ketakutan akan kehilangan kuasa.

Kehadiran anak kecil yang baru dilahirkan, yaitu Yesus Kristus, yang disembah oleh tiga Raja dari majus, yang akan menjadi Raja bangsa Yahudi, dilihatnya sebagai ancaman. Raja Herodes menafsir pemberitahuan ketiga Raja Majus ini secara harafiah.

Ia sungguh cemas, bahwa sebentar lagi kedudukannya sebagai raja akan dirampas oleh Yesus Kristus. Kecemasan inilah yang mendorong dia untuk menggagalkan apa yang sudah diramalkan itu, yaitu dengan menyuruh tentaranya membunuh anak-anak di bawah umur 2 tahun.

Herodes melihat Yesus semata-mata dari sudut politik; dia tidak tahu bahwa kerajaan Yesus Kristus sesungguhnya mau merajai hati semua manusia beriman, bukan untuk merajai manusia secara politik. Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan itu menelan begitu banyak korban, banyak orang yang tak berdosa harus mati. Anak-anak yang tidak bersalah dipenggalnya.

Saudara-saudari… Herodes adalah symbol manusia yang sangat rakus akan kuasa; Herodes adalah symbol manusia yang tidak mau menerima kesuksesan orang lain; Herodes adalah symbol manusia yang tidak mau kehilangan status. Herodes adalah symbol manusia yang menyalah-gunakan kuasa

statusnya untuk menggagalkan kesuksesan orang lain; Herodes adalah symbol manusia yang kehilangan kesadaran akan nilai moral, social dan nilai agama tetapi hanya berkonsentrasi pada kerakusan akan kuasa dan ingat diri.

Pertanyaan kita: Apakah sifat Herodes ini masih dipraktekkan oleh manusia di zaman kita? Bagaimana sikap para penguasa di wilayah kita? Apakah ada yang masih menggunakan cara yang digunakan oleh Herodes 2000 lebih tahun yang lalu?

Apakah ada penguasa yang tidak mau melepaskan kuasanya, tetapi dengan kekerasan menggagalkan orang lain yang mau mengambil alih posisinya? Apakah ada korban-korban yang tak bersalah yang kita saksikan karena keberingasan dari pribadi yang rakus akan kuasa ini?

Kalau sikap Herodes ini masih ada dan tetap dipraktekan itu berarti:

1) Pribadi tersebut sudah kehilangan kesadaraan bahwa dia adalah mahluk rohani yang berjiwa dan berbadan.

2) Dia sudah kehilangan kesadaraan bahwa dia adalah mahluk bermoral.

3) Dia sudah kehilangan kesadaran bahwa dia adalah mahluk social.

Kalau saja nilai moral tetap dijunjung tinggi, maka sudah pasti pelempiasan perasaan secara membabi buta atau membunuh sesama tidak akan terjadi; kalau saja nilai agama tetap dihayati dan diamalkan dengan baik, maka pasti saja suara hati akan tetap didengar dan akan tetap dijadikan sebagai standard penentu untuk bertindak

kalau saja nilai sosial tetap dipupuki dengan baik, maka pasti saja sikap saling mengasihi dan menghormati sebagai mahluk sosial tetap dijaga baik.

St. Yoseph dalam Injil hari ini, adalah symbol manusia yang selalu menjaga keseimbangan antara nilai agama, moral dan social. Ia selalu sensitip mendengar suara Tuhan dan mengikuti perintah-Nya; Ia selalu bertanggungjawab akan kehidupan anak dan istrinya.

Marilah saudara-saudari… Sambil merayakan Pesta Kanak-kanak suci hari ini, kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita selalu sanggup mempromosikan nilai-nilai agama, social dan moral dalam kehidupan harian kita dengan demikian keharmonisan dan damai antara kita tetap terjamin.

Kita memohon Bunda Maria, St. Yusuf dan kanak-kanak suci untuk mendoakan kita. Amin

About winarnopambudi

Check Also

Hubungan Yohanes Pembaptis dan Yesus

Hubungan Yohanes Pembaptis dan Yesus Kehamilan Yohanes pembabtis dan yesus berdekatan,mrk adl nabi besar,dimana Kehadiran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!