Tuesday , March 31 2020
Home / My Blog / Rohani / Jika Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan

Jika Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan

Jika Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan

Yang ada adalah perdamaian,dan anehnya allah akan mempermalukan dengan caranya,menyingkap kejahatannya,karena di dunia ini tak ada yang kekal,gambaran ajaran dari tuhan Yesus,allah adalah Pengampun,tak ada hak manusai untuk membalaznya,bilamana terjadi biarlah keaadaan yang akan mempermalukannya.itulah “CINTA KASIH”

Jika Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan
Jika Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan

Mat 5:38-42

Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.

dalam khotbahnya di bukit, Yesus berkata,

“Kallian mendengar, bahwa dahulu disabdakan,
‘Mata ganti mata; gigi ganti gigi.’
Tetapi Aku berkata kepadamu,

‘Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.
Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu,
berilah pipi kirimu.

Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,
serahkanlah juga jubahmu.
Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan
sejauh satu mil,

berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya,
dan jangan menolak orang
yang mau meminjam sesuatu dari padamu.”

Saudara-saudari dan bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus kristus

Bagaimana membedakan ajaran bahwa itu dari ALLAH atau ajakan setan yang ujungnya adalah perpecahan?ajaran yang menjungkir balikan  pikiran manusia,kita diberikan akal sehat,kalo dari allah aetkan membuat damai sejahtera sesama manusia,bila dari setan yang ada adalah permusuhan baik terselubung ataupun frontal.

Setan bekerja lewat pikiran manusia,dia tidak berujud kaya kuntilanak,gendruwo itu hanya imajinasi manusia saja,lewat pikiran manusia seolah olah itu benar,padahal menimbulkan perpecahan diantara sesama,apahkah kita selalu membuat kegelapan disekitar kita dengan ujaran kebencian?maka ajaran yesus Kejahatan dibalaz dengan kebaikan agar kuasa allah bekerja.

Bagaimanakah reaksi kita kalau kita dijelek-jelekan, ditantang, dipukul dan dianiaya oleh orang lain walaupun kita selalu melakukan yang baik? Apakah kita cepat marah atau menerimanya dengan tenang dan sabar?

Beberapa hari yang lalu saya membaca lewat sosial media, seorang tokoh politik bangsa kita mengeritik pemimpin bangsa ini. Di mata tokoh politik ini, pemimpin bangsa ini sungguh negatip. Tetapi yang sangat menarik adalah pemimpin bangsa ini tidak membalas kritikannya dengan kejahatan.

Katanya menanggapi kritikan tokoh politik ini: “Saya kira itu sangat bagus. Kita tahu beliau seorang tokoh politik yang tidak diragukan lagi pengalamannya, senioritas beliau dalam kancah politik nasional juga tidak diragukan lagi!”

Membaca tanggapan dari pemimpin bangsa ini, nyeletuk saya berkata dalam hati: “Hebat sekali pemimpin negara-ku! Dia sungguh rendah hati dan tidak gampang marah walaupun dikritik secara negatip!” Reaksi pemimpin kita kalau saya melihatnya dengan kaca mata iman kita sungguh sejalan dengan yang dinasihati oleh Yesus Kristus: “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Saudara-saudari … Injil hari ini sungguh menantang kita orang Kristen, pengikut Kristus. Yesus berkata: “Kamu sudah mendengar firman: ‘Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.” Itu berarti kita punya hak dan kewajiban untuk membalas kejahatan dengan kejahatan.

Tetapi kini Yesus Kristus memperkenalkan satu standar hukum baru atas dasar hukum cinta kasih dan hukum Rahmat. Menurut Yesus Kristus, hukum lama yang berbunyi mata ganti mata, gigi ganti gigi harus diganti, karena hukum lama ini kalau diterapkan dalam kehidupan kita.

maka akan selalu menghasilkan mala petaka dan kesengsaraan berkepanjangan. Sebaliknya hukum baru atas dasar cinta kasih kalau dihayati dan diamalkan, maka akan mendatangkan perdamaian dan pembaruan hidup. Karena itu Yesus memperkenalkan hukum baru. Katanya: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu,

melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Sikap seperti ini akan sangat mempengaruhi sikap orang lain dan bisa menjadi inspirasi hidup orang lain.
Mungkin ada yang mengingat pepata tua, yang bunyinya: “Kalau musuhmu lapar, berilah dia makan; kalau dia haus beri dia minum.

jangan berkata: saya akan berbuat demikian kepada seseorang kalau dia sudah berbuat setimpal terhadap anda; jangan berkata saya akan membalasnya karena dia sudah berbuat demikian kepada saya.” Berbuatlah sesuatu atas dasar cinta,

apa yang diungkapkan dalam pepata ini, justru itulah yang dibuat oleh Yesus Kristus dan juga oleh banyak santu dan santa pengikut Yesus Kristus. Kita pun diajak oleh Yesus Kristus untuk melakukan hal yang sama.

marilah saudara-saudari …. Bersama Bunda Maria, kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita selalu sanggup menghayati dan mengamalkan ajaran dan contoh hidup Yesus Kristus dalam hidup kita. Dan semoga kita selalu sabar dan tenang menghadapi kritikan-kritikan negatip walaupun menurut keyakinan kita bahwa kita benar. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!