Sunday , September 27 2020
Home / My Blog / Rohani / Mati Secara Rohani

Mati Secara Rohani

Mati Secara Rohani

Bayangkan Apa jadinya seandainya secara pisik kita memang hidup,tetapi rohani kita mati?hidup seperti mengalami kekosongan,mobil,rumah anak,tabungan semuanya ada,tapi kita kadang mengalami suatu kehampaan dan itu tanda tanda bahaya.

Yesuslah kunci segalanya.dia memberikan hidup secara rohani dan kita yang telah merasakan kahadirannya info aja kepada sesama manusia perkara dia percaya apa ngak biarlah allah yang bekerja.Bapa dalam Yesus dan Yesus dalam bapa,krn yesus adl allah yang menjelma menjadi manusia…percayakah?

Mati Secara Rohani
Mati Secara Rohani

Yoh 8:51-59

Abraham bapamu bersukacita, bahwa ia akan melihat hari-Ku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,
“Aku Berkata kepadamu:
Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku,
ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus,
“Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.
Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi,

namun Engkau berkata:
Barangsiapa menuruti firman-Ku,
ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham,
yang telah mati!
Nabi-nabi pun telah mati!
Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri,
maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya.
Bapa-Kulah yang memuliakan Aku.

Tentang Dia kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
padahal kamu tidak mengenal Dia.
Sebaliknya, Aku mengenal Dia,

dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia,
maka Aku adalah pendosa, sama seperti kamu.
Tetapi Aku mengenal Dia, dan Aku menuruti firman-Nya.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku;
ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada Yesus,
“Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun
dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kata Yesus kepada mereka,
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia;
tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait allah

Bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus.

Apa yang dimaksudkan Yesus dengan pernyataan, bahwa mereka yang percaya kepada-Nya tidak mengenal maut? Apakah mereka yang percaya dan melaksanakan firman Tuhan tidak akan mati untuk selama-lamanya? Pertanyaan ini sesungguhnya sudah ditantang oleh orang Yahudi.

mereka berkata kepada Yesus: “Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: ‘Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.’ Adakah Engkau lebih besar dari Bapa Abraham, yang telah mati?

Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” Orang Yahudi sesungguhnya tidak mengerti apa yang dimaksudkan Yesus dengan pernyataan: tidak mengenal maut! Orang Yahudi mengartikan pernyataan Yesus secara harafiah. Sementara Yesus, Dia mengartikan kematian di sini dalam hubungannya dengan kematian rohani,

kematian jiwa, di mana jiwa orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menjalankan apa yang diperintahkanNya tidak hidup bersama Tuhan, yang adalah sumber hidup, untuk selama-lamanya. Sementara orang yang percaya kepada Tuhan dan menjalankan perintahNya,

sesudah kematian tubuh jasmani, akan tinggal bersama Tuhan, sumber hidup dan pemberi hidup itu sendiri untuk selama-lamanya. Orang percaya akan alami kebahagian untuk selama-lamanya karena mereka ada bersama Pencipta dan pemberi roh kehidupan itu sendirinya.

Jadi mereka yang percaya kepada Tuhan dan menjalankan perintah-Nya akan hidup selamanya karena mereka ada bersama sumber hidup yang adalah pemberi hidup itu sendiri.

Tuhan selalu mengharapkan agar manusia ciptaan-Nya kembali kepada-Nya dan tinggal bersama-Nya untuk selama-lamanya. Itulah harapan Tuhan, karena itu Dia mengutus Putera-Nya, Yesus Kristus, datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia ciptaan-Nya. Tetapi sayangnya, tidak semua manusia menerima tawaran keselamatan yang diwartakan Yesus Kristus.

Tuhan begitu baik, tetapi tanggapan manusia tidak selamanya menyenangkan Tuhan. Sebagai murid Kristus, yang sudah menerima tawaran keselamatan Kristus, marilah kita perkuatkan iman kita kepada Tuhan dan selalu teguh menjalankan perintah-Nya dengan penuh tanggungjawab, agar kelak kita boleh berbahagia tinggal bersama Tuhan dalam kerajaan-Nya untuk selamanya.

Jangan hanya karena demi kenikmatan tubuh jasmani, kita jerumuskan jiwa kita ke dalam penderitaan untuk selama-lamanya. Tubuh jasmani kita ada batas waktunya,Mintalah tuhan yesus untuk hadir selalu  untuk mencegah Mati Secara Rohani tetapi jiwa kita akan hidup selamanya.

Simpanlah modal kita sebanyak-banyaknya di dalam surga, agar di saat jiwa kita beralih tempat tinggal, lewat kematian tubuh, dia boleh menikmati kebahagiaan bersama Bapa, pemberi hidup dalam kerajaan surga.

Kita berdoa semoga Tuhan teguhkan iman kita dan mendorong kita untuk selalu menjalankan perintah-Nya dengan penuh tanggungjawab.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!