Tuesday , March 31 2020
Home / My Blog / Rohani / Mengatasi Badai Kehidupan dengan ke Arifan dan Bijaksana

Mengatasi Badai Kehidupan dengan ke Arifan dan Bijaksana

Mengatasi Badai Kehidupan dengan ke arifan dan bijaksana

setiap orang mempunyai badai kehidupannya sendiri,Punya kisah tersendiri dan pengalaman pribadi dengan tuhan yesus,bagaimanan Dia Ikut campur tangan dalam menyelesaikan masalah itu.peristiwa laut bergelora adalah gambaran peristiwa kehidupan manusia masing masing,rasa cemas dan ketakutan menyebabkan kita kehilangan akal dan kebijaksaan,

Mengatasi Badai Kehidupan dengan ke arifan dan bijaksana
Mengatasi Badai Kehidupan dengan ke arifan dan bijaksana

Yoh 6:16-21

Para murid melihat Yesus berjalan di atas air.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Setelah mempergandakan roti dan memberi makan lima ribu orang,
Yesus mengundurkan diri ke gunung.

Ketika hari sudah mulai malam,
murid-murid Yesus pergi ke danau,
lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum.

Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang
mendapatkan mereka,
sedang laut bergelora karena angin kencang.

Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya,
mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu.
Maka ketakutanlah mereka.

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Aku ini, jangan takut!”
Mereka lalu mempersilahkan Yesus naik ke perahu,
dan seketika itu juga
perahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju.

Saudara-saudari dan bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus kristus

Pernahkah Kita merasakan kesesakan dan kebingungan dalam hidup ini,peristiwa badai kehidupan yang menyita perhatian dan kadang putus asa bagaimana cara mengatasinya,peristiwa para murid yang ketakutan adalah cermin rasa putus asa,Kita butuh yesus untuk memberikan kelegaan  bisa berfikir secara segar,itulah kunci segalanya.

Saudara-saudari … Injil hari ini berkisah tentang ketakutan para murid Yesus di tengah malam, disi saat para murid Yesus terombang ambing oleh ngamuknya air laut karena tiupan angin kencang. Selagi mereka takut, mereka melihat Yesus berjalan di atas laut,

tetapi mereka tidak mengenalnya. Mereka menyangka roh yang berjalan di atas laut. Karena itu mereka semakin merasa takut. Sadar akan ketakberdayaan mereka, Yesus berteriak memperkenalkan dirinya, katanya: “Aku ini, jangan takut!”

Mendengar suara Yesus, mereka langsung menaikkan Yesus ke dalam perahu. Di saat Yesus sudah masuk ke dalam perahu, maka seketika itu juga redahlah amukan air laut dan perahu mereka tiba dengan selamat ke tempat tujuan.
Satu ajaran yang sangat menarik bagi kita,

bahwa di saat bahtra hidup kita diamuk oleh macam-macam persoalan, maka kita alami ketakutan, kegelisahan, pikiran kocar-kacir dan kita sulit menempui tujuan hidup kita. Tetapi sebaliknya, kalau telinga hati kita masih mendengar suara Tuhan dan mata hati kita tetap melihat Dia dan pikiran serta perasaan kita tetap merangkul Tuhan.

maka apa pun persoalan dalam hidup akan tetap dapat diselesaikan dengan baik dan kita pun akan tetap bisa sampai pada tujuan hidup kita.Marilah saudara-saudari … Undanglah Tuhan ke dalam bahtra kehidupan kita kapan dan dalam situasi apa saja, kehadiran-Nya akan sangat mempengaruhi kehidupan kita.

Kita berdoa semoga Tuhan sadarkan kita untuk selalu mengundang Dia masuk dalam hati kita, karena kehadiran-Nya selalu membawa dampak yang sangat baik untuk kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!