Sunday , September 27 2020
Home / My Blog / Rohani / Menjadi saksi kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk

Menjadi saksi kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk

Menjadi saksi kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk

Dibayangkan bagaimana rasanya sayur tanpa garam?pasti hambar,begitu juga kita sebagai pengikut kristus sebagai garam di antara sesama yakni mewarnai dan mempererat tali persudaraan.menjadi saksi yesus dgn tidak membawa alkitab trus berkotbah,melainkan dgn sikap kita mencerminkan perilaku hari hari terhadap sesama

Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk
Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk

Yoh 14:6-14

Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,
namun engkau tidak mengenal Aku!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada Tomas,
“Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku,

pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia,
dan kamu telah melihat Dia.”

Kata Filipus kepada Yesus,
“Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,
dan itu sudah cukup bagi kami.”

Kata Yesus kepadanya,
“Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku?

Barangsiapa telah melihat Aku,
ia telah melihat Bapa;
bagaimana engkau berkata “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”?

Tidak percayakah engkau,
bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?
Apa yang Aku katakan kepadamu,

tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa yang diam di dalam Aku,
Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku,
bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;
atau setidak-tidaknya,

percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya, barangsiapa percaya kepada-Ku,
ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.
Sebab Aku pergi kepada Bapa;
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku,

Aku akan melakukannya,
supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,
Aku akan melakukannya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Saudara-saudari bapak ibu yang diberkatin dalam nama yesus kristus

Hari ini kita merayakan Pesta Santu Filipus dan St. Yakobus rasul Kristus. Filipus berasal dari Betsaida di Galilea. Sebelum menjadi murid Kristus, ia adalah murid Yohanes Pemandi. Menurut Injil Yohanes 1: 35-51, Filipus dipanggil Yesus sehari sesudah memanggil Petrus dan Andreas.

Injil katakan: Pada keesokan harinya, Yohanes berdiri di situ pula dengan dua murid-Nya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: Lihatlah Anak Domba Allah! Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikuti Yesus.

Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes adalah Andreas, saudara Simon. Kemudian Andreas memperkenalkan Yesus kepada Simon Petrus. Yesus memandang Simon dan berkata: Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas.

Pada keesokan harinya Yesus bertemu Filipus dan berkata kepadanya: Ikutilah Aku! Filipus berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Menurut tradisi Gereja, bahwa Filipus mewartakan Injil Kristus di Frigia, sebuah kota tua di Asia kecil. Ia dianiaya dan mati di salib dalam posisi terbalik, kepala kebawah kaki ke atas.

Sementara Yakobus, ia adalah anak Alfeus saudara sepupu dari Yesus, ibunya adalah Maria, yang mendampingi Bunda Maria sampai puncak Golgota. Menurut tradisi Gereja, Yakobus tidak pernah keluar dari Yerusalem.

Ia kemudian menjadi uskup Yerusalem yang pertama. Ia sangat mentaati hukum kristiani dan tidak berkeberatan kalau orang-orang Kristen bukan keturunan Yahudi dibebaskan dari tuntutan hukum Taurat.

terutama kewajiban sunat. Yakobus berhasil mentobatkan banyak orang Yahudi di Palestina. Tetapi kemudian Yakobus dicurigai oleh banyak orang Yahudi melanggar hukum Taurat, karena itu ia ditangkap, dilemparkan dari menara Bait Allah lalu dirajam hingga mati.

Yang menarik dari kehidupan kedua Rasul Kristus ini adalah mereka sungguh percaya bahwa Yesus Kritus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Atas dasar kepercayaan yang begitu kuat akan Yesus, keduanya berani memberi kesaksian dan mengajar dengan penuh keyakinan agar banyak orang percaya kepada Kritus.

Mereka sama sekali tidak takut akan tantangan yang mereka hadapi. Walapun mereka diancam, ditangkap dan disiksa, mereka tidak pernah merasa takut. Kematian demi Kristus adalah keutungan bagi mereka. Karena iman dan kesaksian hidup mereka yang sangat luar biasa, banyak orang bertobat dan mengikuti Yesus Kristus.

Bagaimana dengan kita? Bagaimana tanggapan kita akan pernyataan Yesus Kristus hari ini: Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup? Yakinkah kita, bahwa pernyataan Yesus Kristus itu sungguh benar? Kalau pernyataan itu benar, apa dampak positip akan kehidupan kita sendiri? Siapkah dan beranikah kita untuk menjadi saksi Kristus dan yakinkan orang lain agar mereka pun mengikuti apa yang kita imani?

Marilah saudara-saudari… Kita memohon St. Filipus dan Yakobus untuk mendoakan kita agar kita pun sanggup mengikuti contoh hidup mereka, menjadi pewarta dan saksi Kristus yang setia tanpa takut.

Bersama Bunda Maria, kita berdoa, Tuhan kuatkanlah iman kami dan perkuatkanlah kesadaran kami, bahwa Engkaulah jalan, kebenaran dan hidup. Jadikanlah kami saksi-saksi-Mu yang setia dan berani. Santu Filipus dan santu Yakobus doakanlah kami. Amen!

 

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!