Wednesday , September 30 2020
Home / My Blog / Rohani / Menjawab Menjadi utusan Allah dalam sudut Pandang Iman

Menjawab Menjadi utusan Allah dalam sudut Pandang Iman

Menjawab Menjadi utusan Allah dalam sudut Pandang Iman

Pada saat kita selesai Misa Minggu selalu ada doa penutup dari pastor “pergilah Kita DIUTUS”Makna dr ini semua adalah kenali diri kita sesudah kita menerima tubuh kristus tuhan dalam sakramen ekaristi,mewartakan bentuk riil yakni sikap terpuji dan memberikan kedamaian disekitarnya.

Menjawab Menjadi utusan Allah dalam sudut Pandang Iman
Menjawab Menjadi utusan Allah dalam sudut Pandang Iman

 

Yoh 13:16-20

Barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam perjamuan malam terakhir
Yesus membasuh kaki para murid-Nya.
Sesudah itu Ia berkata, “Aku Berkata kepadamu:

Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya;
atau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya.
Jikalau kamu tahu semua ini,

maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata.
Aku tahu, siapa yang telah Kupilih.

Tetapi haruslah genap nas ini:
Orang yang makan roti-Ku,
telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi,
supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.

Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus,
ia menerima Aku,
dan barangsiapa menerima Aku,
ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Injil mengatakan: “Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa yang menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” Betapa bahagianya orang yang diutus, karena Tuhan selalu ada bersama-Nya.

Pertanyaan kita: Bagaimana kalau seorang utusan Kristus, seorang imam misalnya, ditolak oleh umat Allah? Apakah dengan itu umat sudah menolak Kristus? Untuk menjawab pertanyaan ini pasti perlu mencari tahu latar-belakang ceriteranya.

Umat Allah pada dasarnya tidak semena-mena menolak utusan Allah. Umat Allah akan menolak seorang imam (misalnya) kalau dia bertingkah laku sesuka hatinya; bertingkah laku tidak sesuai dengan tingkah laku Yesus Kristus.

Hari ini Yesus dengan tegas katakan: “Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, atau pun seorang utusan dari dia yang mengutusnya.” Dengan ini Yesus dengan tegas ingatkan para utusan-Nya supaya selalu sadar bahwa mereka adalah hamba tuannya.

hamba-hamba Yesus Kristus; mereka adalah utusan Kristus, Kristus selalu lebih tinggi dari pada mereka, bukan sebaliknya, mereka lebih berkuasa dari Kristus. Kalau ada umat yang menolak imamnya.

mungkin karena imam ini tidak mengikuti kriteria Yesus Kristus, bahwa imamnya tidak bertingkah laku sebagai seorang hamba, tetapi sebaliknya dia sangat otoriter, mau menang sendiri, lebih suka dilayani daripada melayani.

Sebagai utusan Allah, para utusan harus selalu berkomunikasi dengan Tuhan yang mengutus-nya; mendengar suara-Nya; selalu prioritaskan kehendak Dia yang mengutusnya dari pada kehendak-nya sendiri.

Saudara-saudari … Bacaan hari ini juga mau mengajar para umat Allah untuk selalu bekerjasama dengan para utusan Allah; membantu mereka. Kita harus selalu ingat bahwa mereka yang diutus, bukanlah karena kemauannya sendiri.

tetapi karena ada dorongan dari dalam, yang kita artikan sebagai dorongan Allah. Kadang orang yang diutus merasa heran mengapa ia dipilih; kadang orang yang diutus merasa diri tidak layak untuk bekerja sebagai utusan Allah.

tetapi karena selalu ada dorongan dari dalam, makanya ia pasrah menerimanya. Kepada orang – orang seperti ini Tuhan selalu berkata: “Bukan karena engkau hebat atau engkau lemah, makanya Aku memilih engkau.

tetapi karena Aku mencintai-mu dan Aku akan bekerja dalam diri-mu!” Kita ingat panggilan Moses, Bunda Maria, panggilan St. Paulus! Mereka semua pasrah pada kehendak Tuhan. Kekuatan mereka adalah Tuhan sendiri.

Marilah saudara-saudari … kita berdoa, semoga Tuhan selalu membantu kita, baik para utusan-Nya maupun umat yang menerima utusan Allah, agar selalu bekerjasama sehingga kerajaan Allah sungguh hadir di tengah kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!