Saturday , November 28 2020
Home / My Blog / Rohani / Relasi dengan Tuhan dan Sesama

Relasi dengan Tuhan dan Sesama

Relasi dengan Tuhan dan Sesama, adalah Kunci menjalin Hubungan pribadi dengan Bapa disurga,Tuhan yesus sudah memberikan secara gamblang bagaimana cara berjumpa dengan allah ,yakni melayani sesama manusia di bumi.Bacaan hari ini menggambarkan  Bapa yang selalu menerima anaknya dalam kondisi apapun dan berdosanya manusia bila ia mau bertobat akan diterima dengan tangan terbuka

Relasi dengan Tuhan dan Sesama
Relasi dengan Tuhan dan Sesama

“Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Kata yang bungsu kepada ayahnya,
‘Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita
yang menjadi hakku.’
Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu
di antara mereka.

Beberapa hari kemudian
anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu
lalu pergi ke negeri yang jauh.
Di sana ia memboroskan harta miliknya itu
dengan hidup berfoya-foya.
Setelah dihabiskannya harta miliknya,
timbullah bencana kelaparan di negeri itu
dan ia pun mulai melarat.
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babi.
Lalu ia ingin mengisi perutnya
dengan ampas yang menjadi makanan babi itu,
tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya:
‘Betapa banyak orang upahan bapaku
yang berlimpah-limpah makanannya,
tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku
dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa;
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa;
jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.’

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia,
lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayah itu berlari mendapatkan dia
lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya,
‘Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik,
dan pakaikanlah kepadanya;
kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu,
sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali.

Maka mulailah mereka bersukaria.
Tetapi anaknya yang sulung sedang berada di ladang.
Ketika ia pulang dan dekat ke rumah,
ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu ia memanggil salah seorang hamba
dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Jawab hamba itu, ‘Adikmu telah kembali,
dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun,
karena ia mendapatnya kembali anak itu dengan selamat.’

Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk.
Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya,
‘Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa,
dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa,
tetapi kepadaku
belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun
untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak Bapa
yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa
bersama dengan pelacur-pelacur,
maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.’
Kata ayahnya kepadanya,
‘Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku,
dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira
karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali

 Relasi Dengan Tuhan Dan Sesama!

Bapak Ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus.

Kita bersyukur kepada Gereja, karena setiap tahun kita diberi kesempatan khusus untuk melihat diri, bagaimana relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Sekarang kita dalam masa Puasa. Masa puasa adalah kesempatan untuk merenungkan penderitaan dan kematian Kristus
demi keselamatan kita.

Bacaan – bacaan Injil selama masa puasa selalu mengajak kita untuk berefleksi, bagaimana relasi kita dengan Tuhan dan sesama.
Injil hari ini mengajak kita untuk kembali memperbaiki relasi kita dengan Tuhan.

Anak bungsu dalam bacaan Injil hari ini adalah simbol manusia yang dengan bebas memanfaatkan kebebasan untuk meminta dan untuk memutuskan apa yang mau dikerjakannya.

Sayangnya bahwa dalam menggunakan kebebasannya, dia tidak dengan cermat memikirkan akibat dari apa yang dilakukannya. Kekeliruan dalam mengambil keputusan sungguh mendatangkan bencana baginya.

Dia makan bersama babi. Dalam keterpurukannya, dia kembali sadar akan situasi di rumah Bapanya. Di mana di rumah Bapanya semua orang merasa bahagia; kelimpahan makan-minum. Dalam keterpurukannya, dia sadar akan belaskasihan Bapanya; sadar akan kebaikan dan belaskasihan Bapanya.

Kesadaran itu mendorong dia untuk kembali kepada Bapanya. Ia sungguh sadar bahwa ia seorang berdosa; berdosa terhadap surga dan bapanya, karena itu dalam pikirannya ia tidak layak lagi disebut anak. Sementara rekasi Bapanya samasekali lain. Bapa dalam Injil adalah simbol Allah Bapa.

Allah Bapa yang selalu siap mendengarkan apa yang diminta oleh manusia dan mengabulkan permintaan manusia. Allah Bapa yang penuh belaskasihan dan selalu siap menyambut kedatangan manusia yang bertobat.

Allah Bapa yang selalu memperhatikan apa yang terjadi sekarang dan besok dan tidak mengungkit apa yang terjadi hari kemarin kalau pada hari ini manusia sungguh bertobat dan mau memperbaiki relasinya dengan Tuhan dan sesama.
Betapa sering kita merasa sangat bersalah kalau kita terjebak dalam godaan setan dan menganggap bahwa Tuhan pasti tidak mau menerima kita kembali. Konsep seperti ini samasekali keliru.

Injil hari ini kembali mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu siap menyambut kita. Apapun dosa kita, kalau kita kembali kepada Tuhan dengan sikap tobat dan berniat untuk memperbaiki relasi kita dengan Dia, maka Tuhan akan menyambut kita dengan penuh sukacita.

Dia tidak akan bertanya mengapa kita jatuh, tetapi yang dibuatnya adalah merangkul kita dan merayakan pesta penuh sukacita karena kita, anak-anak-Nya yang hilang kini ditemukan-Nya kembali.

Marilah saudara-saudari … Kembali  kita bangun relasi dengan tuhan dan sesama dengan-Nya

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!