Sunday , September 27 2020
Home / My Blog / Rohani / Roti dari surga dan roti dari herodes/farisi

Roti dari surga dan roti dari herodes/farisi

Roti dari surga dan roti dari herodes/farisi
Roti dari surga dan roti dari herodes/farisi

 suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti.

Hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya,
“Berjaga-jagalah dan awaslah
terhadap roti orang Farisi dan roti Herodes.

Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain,
“Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.”

Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan,
Ia berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti?
Belum jugakah kalian memahami dan mengerti?

Telah degilkah hatimu?
Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat?
Dan Kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar?

Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu,
berapa bakul penuh
potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”
Jawab mereka, “Dua belas bakul.”

“Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu,
berapa bakul penuh
potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”
Jawab mereka, “Tujuh bakul.”
Lalu kata Yesus kepada mereka,
“Masihkah kalian belum mengerti?”

Demikianlah sabda Tuhan.

==========================================================================

Tema: Hidup Jujur Dan Berpegang Pada Perintah Tuhan (Markus 8:14 – 21)

sahabatku yang dikasihi tuhan, Kalau kita baca secara teliti kisah Injil hari ini, ada kesan bahwa para murid Yesus pusatkan pikiran mereka pada roti, sementara Yesus mengingatkan mereka untuk selalu berhati-hati terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.

Para murid lupa membawa banyak roti dalam perjalanan. Yang dibawa cuma satu ketul roti saja. Sewaktu Yesus berkata: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes,” para murid menyimpulkan peringatan Yesus itu sebagai satu peringatan bagi mereka karena mereka lupa membawa roti.

Apakah kesimpulan mereka benar? Kesimpulan mereka sama sekali tidak benar. Yesus menegur mereka: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu paham dan mengerti?” Yesus mengingatkan mereka bahwa selama mereka berada bersama Tuhan, tidak usah cemas akan makan minum.

Karena Dia sendiri adalah Tuhan, pencipta segala sesuatu. Dari satu roti Dia bisa perlipat-gandakan-nya. Yesus kembali mengingatkan mereka, bahwa sudah dua kali ia memperbanyakkan roti dan ikan untuk ribuan orang.

Tetapi sepertinya hati dan pikiran mereka tetap saja tertutup. Sepertinya mereka tetap cemas akan hal duniawi, dan lupa, bahwa mereka selalu berada bersama Kristus yang bisa menyiapkan apa yang mereka butuhkan.

Sadar akan kekurangan para murid-Nya, Yesus kembali mengingatkan mereka: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes,” Apa maksud dari pernyataan Yesus ini?

Apa saja yang dibuat oleh orang Farisi dan Herodes sehingga Yesus harus mengingatkan para murid-Nya supaya selalu berhati-hati?

Kita semua tahu bahwa orang Farisi selalu bertentangan dengan Yesus. Yesus selalu mengecam mereka karena mereka tidak jujur, suka mau dihormati, selalu hidup berpura-pura, lebih suka menasihati orang lain sementara mereka sendiri tidak menjalankan apa yang dinasihatinya.

Yesus mengingatkan para murid-Nya supaya jangan mengikuti sifat seperti itu dan jangan mudah dipengaruhi. Yesus menghendaki agar murid-murid-Nya selalu hidup jujur. Mereka harus mengikuti apa yang sudah diajarkan Kristus sendiri yaitu supaya selalu rendah hati, jujur, jika ya, hendaklah katakan: ya, jika tidak, hendaklah katakan: tidak.

Lalu tentang ragi Herodes: Herodes adalah seorang yang sangat rakus akan kuasa, sangat otoriter, gampang terpesona dengan keindahan duniawi sampai lupa diri dan cepat mengangkat sumpah sambil tidak memikirkan konsekwensi buruk dari sumpah yang diucapkannya.

Yesus mengingatkan para murid-Nya supaya jangan mengikuti sikap kepemimpinan seperti yang ditunjukkan oleh Herodes. Sebaliknya para pengikut Yesus harus selalu siap melayani sesama, menghormati dan menghargai sesama, rendah hati dan berpegang teguh pada perintah Tuhan dan percaya kepada Tuhan, Penguasa hidup kita.

Pertanyaan untuk kita: Pernahkah kita terjebak oleh ragi orang ‘farisi’, orang yang tidak jujur? Bagaimana sikap kita di saat kita diperlakukan secara tidak jujur?

Sebagai pemimpin apakah kita selalu mengikuti gaya kepemimpinan Yesus Kristus atau gaya kepemimpinan Herodes, yang sangat otoriter dan senang dengan hal-hal duniawi?

Marilah saudara-saudari… Kita berdoa semoga Tuhan selalu menyadarkan kita agar kita selalu rendah hati, jujur, tekun dalam iman dan saling menghormati, dan tidak gampang terjebak oleh hal-hal duniawi yang bersifat sementara.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita selalu. Amen.

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!