Wednesday , November 25 2020
Home / Ilmu Kesehatan / refleksi / Stop Menghakimi Sesamamu Manusia

Stop Menghakimi Sesamamu Manusia

Stop Menghakimi Sesamamu Manusia

bacaan hari ini adalah membedah sifat manusia yg sering menghakimi sesama,dimana dalam kisah ini,orang farisi dan ahli agama menuduh Tuhan yesus bagian dari Bazebul(penghulu setan),manusia boleh tidak percaya siapa yesus,menghujatnya,tapi hindari membuat statemen dia adalah penghulu setan karena sama saja menghujat roh kudus,dimana dosanya tak akan diampuni.

Stop Menghakimi Sesamamu Manusia
Stop Menghakimi Sesamamu Manusia

Mrk 3:20-35

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?

Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan,

melainkan sudahlah tiba kesudahannya.Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.

Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Saudara-saudari bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus kristus

Bacaan-bacaan hari ini sungguh menarik untuk direnungkan. Dalam bacaan pertama kita mendengar, Tuhan menegur Adam dan Hawa. Di saat ditegur Adam mempersalahkan Hawa, sewaktu Hawa ditegur, dia mempersalah Ular. Apa yang dilakukan Adam dan Hawa sesungguhnya mau melukiskan kecenderungan tingkah laku manusia,

bahwa di saat kita ditegur kita sering melemparkan kesalahan itu kepada orang lain. Kita tidak mau ditegur, kita tidak mau disalahkan. Mungkin ada yang bertanya: apa alasan mendasar yang membuat manusia bertingkah demikian?

Mengapa tidak mau menerima teguran dan secara jujur menyampaikan alasan mengapa kita bersalah? Alasannya, karena manusia selalu punya kecenderungan menganggap diri sempurna; sudah kerasukan setan yang mengatakan bahwa kalau kamu memakan buah terlarang kamu akan menjadi Tuhan (bdk Kejadian 3:5).

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga punya kencederungan seperti ini? Kalau ya, maka kita harus merubah sikap kita yaitu untuk selalu rendah hati, mengakui dengan tulus apa adanya kita. Kita tidak boleh melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Santu Paulus dalam suratnya, yang kedua kepada jemaat di Korintus hari ini, dengan tegas katakan kepada orang Korintus dan juga kepada kita yang mendengarkan suratnya, supaya selalu percaya kepada Tuhan. Tuhanlah yang harus didengarkan,

bukan setan! Setan kadang dengan bahasanya yang sangat manis menggoda manusia. Manusia begitu cepat terlena dengan bahasanya yang manis dan merasa bahwa apa yang dikatakannya benar, ternyata tujuan godaannya adalah mau menjerat manusia masuk ke dalam genggamannya.

Marilah kita mengikuti contoh hidup St. Paulus yang begitu setia menjalankan perintah Tuhan. Walaupun ia mengalami banyak tantangan dan godaan, tetapi ia tetap setia kepada Tuhan. Katanya kepada jemaat di Korintus: “Penderitaan ringan yang sekarang ini,

mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebih segala-galanya. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara.” (2 Kor 4:17-18).

Yesus dalam bacaan Injil hari ini juga mengalami perlakuan buruk manusia, bahwa Ia dianggap kerasukan Beelzebul. Dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan! Satu pernyataan yang sungguh berlawanan dengan hakikat Yesus yang adalah Tuhan!

Tuhan mahakuasa melampui segala kekuatan, termasuk kekuatan setan. Yang menarik dari sikap Yesus dalam situasi itu adalah Dia tidak marah, tetapi dengan penuh kasih memberi penjelasan yang begitu menarik agar manusia bisa memahami,

siapakah Dia sesungguhnya. Dia adalah Tuhan yang tidak menghakimi siapa-siapa, tetapi sebaliknya selalu mempromosikan sikap rendah hati dan kasih kepada sesama.

Marilah saudara-saudari … hayatilah dan amalkanlah apa yang sudah dinasihati oleh santu Paulus dan Yesus Kristus hari ini.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita agar kita selalu bisa menjadi pelaku firman dan bukannya menghakimi sesama. Amin!

About winarnopambudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!