Sunday , September 27 2020
Home / My Blog / Rohani / Tuhan Yesus dan Hukum Taurat

Tuhan Yesus dan Hukum Taurat

inilah  hubungan Tuhan Yesus dan Hukum Taurat,yakni yesus menggenapinya hukum taurat supaya manusia memahami pikiran allah,yakni cinta kasih.dimana kunci cinta kasih mendasari hukum taurat.

Tuhan Yesus dan Hukum
Tuhan Yesus dan Hukum Taurat

Suatu waktu yesus berjalan bersama para muridnya ,tiba disuatu daerah berbukit dan Dia berkatakepada murid-murid-Nya;
“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benaran allah
daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kalian telah mendengar
apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita:
Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
barangsiapa berkata kepada saudaranya: Kafir!
harus dihadapkan ke Mahkamah Agama
dan siapa yang berkata: Jahil!
harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu,
jika engkau mempersembahkan persembahan di atas mezbah
dan engkau teringat akan sesuatu
yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahan di depan mezbah itu,
dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu,
lalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu
selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan,
supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim,
dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya,
dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana,
sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

=========================================================

renungan

 Bapak,ibu dan semuanya yang diberkatin dalam nama Tuhan Yesus

Yesus dat ang kedunia bukan untuk menghilangkan hukum taurat,tetapi dia menggenapinya,banyak salah kaprah yang terjadi di umat manusia,sehubungan dengan hukum taurat,yang mana kecenderungan manusia menghilangkan makna,menjadikan hukum taurat sebagai aturan yang sangat membelenggu manusia justru menjadikannya manusia jauh dari Allah

Hari ini Yesus menantang kita semua. Katanya: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Itu berarti bahwa Yesus menghendaki agar kita, para murid-murid-Nya, harus mempraktekan ajaran-Nya sesuai dengan kehendaknya.

Perkataan dan perbuatan kita harus selalu sejalan. Yesus tidak menghendaki agar para murid-murid-Nya hidup berpura-pura, mengikuti gaya hidup orang Farisi dan ahli Taurat, yang lebih senang mengajar dan memaksakan orang untuk mengikuti ajaran mereka dan peraturan serta hukum Musa, sementara mereka sendiri tidak menjalankannya.

Yesus menghendaki agar kita, para murid-murid-Nya selalu hidup jujur.
Kualitas iman kita harus nampak dalam penghayatan dan pengamalan hidup harian kita. Kalau kita betul mencintai Tuhan, maka perwujudannya harus nampak dalam relasi kita dengan sesama.

Perkataan Yesus harus diwujud-nyatakan dalam hidup harian kita. Yesus berkata: Sewaktu Aku lapar, engkau memberi Aku makan; sewaktu Aku haus, engkau memberi Aku air; sewaktu Aku seorang asing, engkau memberi Aku tumpangan dst.

Yesus Kristus selalu hadir dalam diri orang yang tak-berdaya. Kalau kita tidak peka akan kebutuhan sesama yang tidak berdaya, maka kualitas iman kita sama sekali rendah. Sebaliknya, kalau kita selalu sensitip akan kebutuhan sesama, dan selalu siap melayani sesama, maka kualitas iman kita sangat baik.

Yesus dalam Injilnya hari ini juga berkata: Jika engkau mempersembahkan persembahan-mu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Yang dimaksudkan Yesus di sini adalah bahwa sebelum kita mempersembahan persembahan kita kepada Tuhan kita harus membetulkan dulu relasi kita dengan sesama kita. Persembahan kita harus keluar dari hati penuh kasih dan damai. Cara yang paling baik yang bisa kita lakukan dalam hal ini adalah: sebelum mempersembahkan persembahan, kita harus berdoa memohon pengampunan Tuhan akan dosa dan kesalahan kita dan jadikan persembahkan kita sebagai satu ungkapan rekonsiliasi kita dengan teman kita.

Memberi sesuatu kepada Tuhan dengan satu intensi khusus akan sangat bernilai ketimbang memberinya hanya karena aturan.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menyadarkan dan membuka hati kita agar kita selalu hidup jujur dalam bertingkah-laku sesuai dengan kehendak Tuhan dan kebaikan sesama.

Kita memohon Bunda Maria dan santu Polikarpus untuk mendoakan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!