Sunday , September 27 2020
Home / My Blog / Rohani / Yesus Datang Tidak untuk Mendirikan Agama Melainkan untuk Mendamaikan Orang yang Berselisih Dengan Sesama

Yesus Datang Tidak untuk Mendirikan Agama Melainkan untuk Mendamaikan Orang yang Berselisih Dengan Sesama

Yesus Datang Tidak untuk Mendirikan Agama Melainkan untuk Mendamaikan Orang yang Berselisih Dengan Sesama

Kenapa Manusia selalu berselisih dengan sesama?begitu kuatkah setan menguasai kita mencerai beraikan manusia,ciri khas bila kita sudah berjumpa dengan allah melalui doa,kita tidak akan merusak tatanan manusia dengan cara membunuh sesama,itulah tipu daya iblis,dengan cara kesombongannya mengganggap dirinya selalu benar dan mengklaim surga miliknya,padahal manusia sendiri belum pernah mati….

Yesus Datang Tidak untuk Mendirikan Agama Melainkan untuk Mendamaikan Orang yang Berselisih Dengan Sesama
Yesus Datang Tidak untuk Mendirikan Agama Melainkan untuk Mendamaikan Orang yang Berselisih Dengan Sesama

YOH 17:11b-19

Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam perjamuan malam terakhir
Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya,
“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu,

yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku,
supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Selama Aku bersama mereka,

Aku memelihara mereka dalam nama-Mu,
yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku.
Aku telah menjaga mereka,

dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa
selain dia yang telah ditentukan untuk binasa,
supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu.
Aku mengatakan semuanya ini
sementara Aku masih ada di dalam dunia,

supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka,
dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia,

sama seperti Aku bukan dari dunia.
Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia,
tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran;
firman-Mu adalah kebenaran.
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia,

demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.
Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka,
supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan.

Saudara-saudari bapak ibu yang diberkatin dalam nama yesus kristus

Lewat Injil hari ini kita mendengar bahwa Yesus Kristus mendoakan kita. Yang sangat menarik dalam doa-Nya hari ini adalah Dia meminta Bapa untuk menguduskan kita umatnya dalam kebenaran. Katanya: “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran.”

Hidup kudus menurut Kitab Suci berarti memberi diri secara khusus kepada Allah; Hidup sesuai dengan kehendak, ajaran dan mengerjakan perintah Tuhan; Pikiran, hati dan tingkahlaku kita harus sejalan dengan isi ajaran Tuhan. Itulah yang didoakan Yesus Kristus untuk kita semua agar Bapa selalu menguduskan kita. Apakah kita bisa hidup sesuai dengan apa yang diharapkan Kristus? Apakah kita bisa hidup suci?

Saudara-saudari.. kita semua bisa hidup suci. Kesucian itu sudah ada dalam diri kita sejak kita diciptakan oleh Allah Bapa. Kita adalah ciptaanNya. Kita adalah gambaranNya sendiri. Tetapi kasihan bahwa benih kesucian itu sudah dinodai oleh dosa kesombongan kita sendiri.

Nenek moyang kita, Adam dan Hawa sudah jatuh ke dalam godaan Setan. Setan mengajak mereka untuk melanggar perintah Tuhan agar mereka bisa hidup setara dengan Tuhan, satu AJAKAN PENIPUAN SETAN; DOSA KESOMBONGAN.

Tetapi cinta Tuhan kepada manusia ciptaanNya tidak dibatasi oleh dosa. Ia tetap mencintai manusia dan menghendaki kita untuk kembali kepadaNya. Untuk mewujudkan rencanaNya ini, Ia mengutus PutraNya untuk menebus dosa kita.

Yesus Kristus, Putra Allah yang sejak awal mula hidup bersama Bapa turun ke dunia, hidup bersama manusia berdosa, mengajar manusia tentang cinta Tuhan. Kasihan bahwa kebaikan Yesus Kristus ditanggapi secara tidak adil oleh manusia.

Ia yang tidak bersalah harus disiksa dan disalibkan dan mati di kayu salib. Kematian Yesus Kristus dilihat sebagai korban tebusan atas dosa kita. Lalu lewat kebangkitanNya Yesus Kristus proklamirkan kemenanganNya atas Setan. Dan barangsiapa yang percaya kepadaNya akan alami kebangkitan dan hidup kekal. Lewat Permandian kita disucikan kembali; kita disapa anak-anak Allah kembali. Benih kesucian itu bersemi kembali.

Saudara-saudari …. Walaupun kita sudah disucikan, tetapi Yesus sadar akan kerapuhan kita manusia. Karena itu Ia meminta BapaNya untuk melindungi kita agar selalu hidup suci karena Dia tahu bahwa di dunia ini Setan selalu meraung-raung mencari mangsanya, menggonda manusia agar mengikuti dia.

Santu Paulus dalam bacaan pertama hari ini, Kis. 20: 28-38 sangat tegas katakan kepada para penatua di Efesus: “Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kamu.

Bahkan di antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikuti mereka” Paulus betul sadar akan kuasa Setan di tengah dunia.

Karena itu Paulus mengajak para Penatua di Efesus untuk berjaga-jaga. Paulus juga meneguhkan mereka dengan berkata: “Sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karuniaNya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskanNya.”

Kunci untuk menjadi suci menurut Yesus Kristus dan Paulus adalah harus selalu menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan lewat doa, membaca Firman Tuhan dan menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan.

Marilah Saudara-saudari …. Jadikan doa Kristus hari ini menjadi doa kita juga, yaitu menguduskan diri dalam kebenaran. Jagalah benih kesucian yang sudah kita terima sejak kita dipermandikan. Benih kesucian itu akan bisa berkembang baik kalau selalu disirami dengan doa,

membaca, Kitab Suci, menghayati dan mengamalkan Firman Tuhan dan menerima sakramen. sebagai tanda kehadiran Tuhan di tengah kita.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguduskan kita dalam kebenaran.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!