Sunday , September 27 2020
Home / My Blog / Rohani / Yesus Mati di kayu Salib Untuk menebus dosa manusia

Yesus Mati di kayu Salib Untuk menebus dosa manusia

Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia

Bayangkan apa jadinya bila Yesus tidak Mati di kayu salib?Apahkah Pengikut yesus(kristen) berkembang pesat,seperti biji gandum yang harus masuk ketanah dan tumbuh berkembang yang hasil gandum bisa dinikmatin banyak orang .

yesus mati di kayu salib
yesus mati di kayu salib

Yoh 12:20-33

diantara orang-orang yang datang ke Yerusalem

untuk merayakan Paskah
terdapat beberapa orang Yunani.

Orang-orang itu pergi kepada Filipus,
yang berasal dari Betsaida di Galilea,
lalu berkata kepadanya,

“Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.”
Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas,
dan berdua mereka menyampaikannya pula kepada Yesus.

Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya,
“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya,
jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia tetap satu biji saja;
tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya,
tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini,
ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku,
dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.
Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Sekarang jiwa-Ku terharu, dan apakah yang akan Kukatakan?
Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?
Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Bapa, muliakanlah nama-Mu!”
Maka terdengarlah suara dari surga,
“Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarnya
berkata bahwa itu bunyi guntur.
Ada pula yang berkata,

“Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”
Tetapi Yesus menyahut,
“Suara itu telah terdengar bukan karena Aku,

melainkan oleh karena kamu.
Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini;
sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;

dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi,
Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”
Ini dikatakan Yesus
untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus

Saudara-saudari … Perumpamaan yang disampaikan Yesus hari ini sesungguhnya mau melukiskan diri-Nya sendiri. Kalau saja dulu Yesus Kristus tidak mati dan bangkit kembali dari kematian, kita tidak tahu apakah Dia memiliki banyak pengikut?

Tetapi karena kematian dan kebangkitan-Nya, maka kini lebih dari setengah penduduk dunia percaya kepadaNya.
Kalau kita kembali kepada proses kematian Kristus, proses kematian-Nya sungguh sangat mengerihkan dan menakutkan. Yesus sendiri juga sadar akan kehebatan penderitaan yang akan dialaminya sebelum kematian itu sendiri tiba.

Sadar akan kengerian penderitaan, yang akan dialaminya, maka Dia berdoa meminta Bapa-Nya, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Matius 26:39. Yesus adalah Tuhan dan manusia. Sebagai manusia, Dia juga merasa takut akan penderitaan. Tetapi karena ketaatanNya kepada Bapa-Nya, maka Dia pasrahkan seluruh diri-Nya dan biarkan kehendak Bapa-Nya yang diutamakanNya.

Jadi doa yang diucapkan-Nya ini adalah satu bentuk pengungkapan rasa takut akan penderitaan yang akan dilaluinya sebelum kematiannya tiba. Banyak orang yang menyaksikan bagaimana Yesus menderita. Banyak orang yang merasa kasihan dengan-Nya.

Malah ada yang bertobat di saat mereka menyakikan sendiri apa yang terjadi sewaktu Yesus mau mati. Mereka yang turut prihatin akan Yesus dan menyaksikan kematian dan kebangkitan-Nya, merekalah yang meneruskan misi Kristus.

Jadinya, kematian Yesus bukanlah akhir dari segala misi-Nya, tetapi sebaliknya, bahwa kematian-Nya sudah menghasilkan buah berlimpah. Buah kematian dan kebangkitan Kristus selalu saja berkembang dari zaman ke zaman.

Kita yang percaya kepada Kristus di zaman ini adalah buah dari kematian dan kebangkitan Kristus.
Betapa sering terjadi, bahwa di tempat darah orang mati karena iman akan Kristus, buah kematiannya bertambah banyak, di mana di sana jumlah orang yang precaya kepada kristus bertambah banyak. Semakin anggota gereja disengsarakan, maka pertumbuhan iman orang akan semakin kuat.

Marilah saudara-saudari… di saat kita disengsarakan demi iman, di saat itu kita tidak sendirian, Pribadi yang kita imani, yaitu Kristus, selalu ada bersama kita.jangan sia siakan yesus mati di kayu salib untuk kita Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita agar kita selalu sabar menerima semuanya. Ingatlah selalu bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah mengalaminya dengan sabar.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!