Tuesday , March 31 2020
Home / My Blog / Rohani / Yesus Menampakan Diri Di Jalan ke Emaus

Yesus Menampakan Diri Di Jalan ke Emaus

Bisa Dibayangkan,Pada Saat itu,setelah yesus wafat di kayu salib,terjadi gerhana matahari total,langit gelap dan dan gempa bumi,tentunya menjadi tanda tanya dalam hati ada apahkah ini?pasca 3 hari sesudah yesus bangkit di hari minggu pagi terjadi pembicaraan Buah bibir bangsa yahudi.

yesus menampakan diri di jalan ke emaus
yesus menampakan diri di jalan ke emaus

kabar tentang kebangkitan yang diwartakan oleh para wanita yang dekat dengan Yesus.membuat para murid antara percaya dan tidak kecuali Yohanes yang memang dianugrahi ingatan yang tajam sehingga selalu mencatat apa yang dikatakan tuhan yesus,bahwa mesias harus mati dan bangkit 3 hari kemudian

Luk 24:13-35

Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,
dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung
bernama Emaus,

yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu
yang telah terjadi.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,
datanglah Yesus sendiri mendekati mereka,
lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,
sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Yesus berkata kepada mereka,

“Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”
Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,

“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,
yang tidak tahu apa yang terjadi di situ
pada hari-hari belakangan ini?”

Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?”
Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!
Dia adalah seorang nabi,

yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan
di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami

telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati
dan mereka telah menyalibkan-Nya.
Padahal kami dahulu mengharapkan,

bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.
Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,
sejak semuanya itu terjadi.

Dan beberapa perempuan dari kalangan kami
telah mengejutkan kami:
Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,

dan tidak menemukan mayat-Nya.
Lalu mereka datang dengan berita,
bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,

yang mengatakan bahwa Yesus hidup.
Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,
bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,
tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.”

Lalu Ia berkata kepada mereka,
“Hai kamu orang bodoh,
betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya

akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu
untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka
apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,
mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.
Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,

“Tinggallah bersama-sama dengan kami,
sebab hari telah menjelang malam
dan matahari hampir terbenam.”

Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Waktu duduk makan dengan mereka,
Ia mengambil roti, mengucap berkat,

lalu memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,

tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain,
“Bukankah hati kita berkobar-kobar,

ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan
dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.
Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu.
Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

Kata mereka kepada kedua murid itu,
“Sungguh, Tuhan telah bangkit,
dan telah menampakkan diri kepada Simon.”

Lalu kedua orang itu pun menceriterakan
apa yang terjadi di tengah jalan,
dan bagaimana mereka mengenal Yesus
pada waktu Ia memecah-mecahkan roti

Hari ini kita mendengar bahwa dua murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus. Alasan kepergian mereka adalah merasa bingung dan kecewa karena apa yang mereka harapan dari Yesus Kristus tidak terwujud. Injil katakan: “Yesus Kristus adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan Dia. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.” Dari pernyataan ini bisa dibayangkan kekecewaan mereka.

Mereka kehilangan harapan, sebab apa yang mereka impikan dari Yesus berakhir dengan pahit, yaitu Yesus alami kesengsaraan dan mati di salib. Karena kekecewaan itu, mereka kembali kerutinitas mereka yang lama di kampung asal mereka.

Tetapi yang sangat menarik dari sikap mereka adalah, bahwa mereka tetap mengenangkan kebaikan Yesus Kristus dan dengan sangat polos menceriterakan apa yang terjadi ke atas Yesus kepada orang ‘asing’ yang berjalan dengan mereka.

Selain itu, mereka juga sangat terbuka mendengarkan apa yang dijelaskan oleh orang ‘asing’ itu kepada mereka dan mengajak orang ‘asing’ itu untuk tinggal bersama mereka di rumah mereka karena hari hampir malam. Keterbukaan mendengarkan sesama dan keramahtamaan memberi tumpangan kepada orang asing sesungguhnya adalah satu sikap yang sangat terpuji oleh Yesus Kristus.

Sewaktu mereka memberi Dia makan, Ia mengambil roti, mengucap berkat lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Pada saat itu terbukalah mata mereka dan mereka mengenal Dia. Itulah hadiah dari kebaikan dan keterbukaan. Pengalaman akan Yesus Kristus tidak dibiarkannya untuk diri mereka sendiri, tetapi dibagikanya kepada saudara-saudari seiman di Yerusalem.

Saudara-saudari … Kisah dua murid ini mengajar kita:

1) Di saat kita kecewa dan kehilangan harapan, terbukalah membagi perasaan dan pikiran kita kepada sesama. Di saat orang memberi pikiran dan anjuran, terimalah pikiran dan anjuran itu dengan sikap positip

2) Ramah-tamalah kepada sesama, baik kepada teman maupun orang asing. Berilah tumpangan kepada orang asing dan berilah mereka makanan. Kebaikan kita pasti akan mendatangkan berkat.

3) Bagilah pengalaman akan Allah kepada sesama. Pengalaman iman kita akan menyegarkan iman sesama.

Kita berdoa semoga Tuhan menggerakkan hati dan pikiran kita agar kita selalu terbuka kepada-Nya dan selalu ramah-tamah kepada sesama baik teman maupun orang asing.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!