Friday , September 25 2020
Home / My Blog / Rohani / Yesus Sangat Mencintai Manusia Dan Mendoakan Hidup Kekal Bersamanya

Yesus Sangat Mencintai Manusia Dan Mendoakan Hidup Kekal Bersamanya

Yesus Sangat Mencintai Manusia Dan Mendoakan Hidup Kekal Bersamanya

kalo kita renungkan,Adakah seorang Nabi yang mendoakan manusia supaya bisa bersamanya hidup kekal,bahkan mau mengorbankan nyawanya agar Roh Manusia setelah Kematian kembali ke rumah Bapa,betapa mahal penebusannya ,Mungkin kita tidak menyadarinya,bahkan sebelum perpisahannya Yesus Naik Kesurga Mendoakan Kita semua

Yesus Sangat Mencintai Manusia Dan Mendoakan Hidup Kekal Bersaman
Yesus Sangat Mencintai Manusia Dan Mendoakan Hidup Kekal Bersaman

Yoh 17:1-11

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam perjamuan malam terakhir
Yesus menengadah ke langit dan berdoa,
“Bapa, telah tiba saatnya;

permuliakanlah Anak-Mu,
supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya

kuasa atas segala yang hidup,
demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal
kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Inilah hidup yang kekal itu,
yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,
satu-satunya Allah yang benar,
dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi
dengan jalan menyelesaikan pekerjaan
yang Engkau berikan kepada-Ku untuk kulakukan.

Oleh sebab itu, ya Bapa,
permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri
dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang,
yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.
Mereka itu milik-Mu

dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku,
dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Sekarang mereka tahu,

bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu
berasal dari pada-Mu.
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku

telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya.
Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu,
dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku berdoa untuk mereka.
Bukan untuk dunia Aku berdoa,
tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku,

sebab mereka adalah milik-Mu,
dan segala milik-Mu adalah milik-Ku dan milik-Ku adalah milik-Mu,
dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

Aku tidak lagi ada di dalam dunia,
tetapi mereka masih ada di dalam dunia,
dan Aku datang kepada-Mu.”

Demikianlah sabda Tuhan

Saudara-saudari dan bapak ibu yang diberkatin dalam nama tuhan yesus kristus

Hari ini kita mendengar lewat Injil bahwa Yesus berdoa untuk para muridNya. Yang menarik dari doa Yesus adalah Ia meminta BapaNya untuk memberi hidup yang kekal kepada para muridNya. KataNya: “Sama seperti Engkau telah memberikan kepadaKu kuasa atas segala yang hidup.

demikian pula Aku akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaKu.”
Kalau kita amati hidup Yesus bersama para murid-Nya selama tiga tahun: Ia mengajar dengan penuh wibawa; menyembuhkan orang sakit; menghidupkan orang mati;

menanggung sengsara dan wafat di kayu salib kemudian bangkit dari kematian. Satu kenyataan sejarah yang hanya terjadi dalam diri Yesus Kristus. Tidak ada manusia sebelum dan sesudah Yesus Kristus bisa melakukan apa yang dilakukan dan dialami Yesus Kristus.

Ia bisa melakukan semuanya karena Allah Bapa sendiri yang memberi Dia kuasa. Tidak adalah allah selain Allah Bapa yang memiliki kuasa seperti itu. Yesus Kristus sendiri mengenal Allah Bapa dan Allah Bapa juga mengenal Dia. Yesus Kristus dan Allah Bapa adalah satu.

Kini Yesus Kristus meminta Bapa-Nya agar para murid-Nya pun diberi hidup yang kekal. Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa mereka akan hanya mengenal Allah Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus Kristus adalah Mesias yang diutus Bapa untuk menyelamatkan manusia.

Dan barangsiapa yang mengenal Allah Bapa dan Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia serta menjalankan perintahnya dengan penuh tanggungjawab, maka dia akan memiliki hidup yang kekal. Karena pemilik hidup kekal itu adalah Tuhan Allah sendiri.

Saudara-saudari … Santu Paulus – dalam bacaan pertama hari ini yang diambil dari Kis. 20:17-27, dalam kata-kata perpisahannya dengan para penatua di Efesus katakan: “Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia.”

Kis 20:24. Lewat pernyataan ini Santu Paulus sungguh sadar akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Rasul Tuhan. Dia sangat mencintai Yesus Kristus. Hidupnya cuma untuk Yesus Kristus. Sesudah pertobatannya, Allah yang dikenalnya, yaitu Allah Bapa dan Yesus Kristus adalah Mesias yang diutus Allah Bapa untuk menyelamatkan manusia.

Karena itu seluruh hidupnya dikorban demi pewartaan Injil Kristus. Ia tidak takut akan siapa pun. Ia malah tidak menghiraukan nyawanya sedikit pun. Yang terpenting baginya adalah menyelesaikan tugas pelayanan yang ditugaskan oleh Yesus Kristus. Itulah hidup abadi yang dimiliki Paulus, yaitu mengenal Allah yang adalah sumber hidup dan Yesus Kristus yang adalah Penyelamat manusia.

Saudara-saudari … Bagaimana dengan kita. Siapakah Allah yang kita kenal? Siapakah Penyelamat yang selalu kita imani dan percayai? Kalau kita sungguh mengenal Allah Bapa sebagai sumber segala sesuatu, bagaimana sikap kita di saat kita alami banyak kekurangan?

Masihkah kita bertekuk lutut kepadaNya memohon inspirasi agar kita diberi pencerahan dan bimbingan? Di saat saudara-saudara kita menakut-nakutkan kita dengan bom bunuh diri, apa yang harus kita lakukan? Di saat kita jatuh ke dalam dosa dan merasa tak berdaya, masih beranikah kita untuk kembali kepada Yesus Kristus yang sudah wafat demi dosa kita dan memohon pengampunanNya?

Marilah saudara-saudari … Kita bekerja sama dengan Yesus Kristus sehingga doa-Nya yang kita dengar lewat Injil hari ini akan menjadi kenyataan dalam hidup kita, yaitu hidup bersama Dia dalam kehidupan kekal.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

About winarnopambudi

Check Also

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan

Janji Yang Ditepati Adalah Kunci Kepercayaan Peristiwa Elisabet dan bunda maria  menerima anugrah dari allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!